**Akan Dibuat Komputer Lokal Murah


PT INTI Akan Buat Komputer Lokal Murah

VIVAnews – PT Industri Telekomunikasi Indonesia saat ini sedang menjajaki untuk membuat komputer murah buatan Indonesia. “Kami memang memiliki program untuk membuat low cost computer,” ujar Darman kepada VIVAnews, usai acara penandatanganan kerja sama pengembangan open source antara Sun Microsystem dengan Departemen Perindustrian.

Saat ini, kata Darman, program ini masih dalam taraf pengkajian PT INTI. Menurutnya, program ini bertujuan untuk menyediakan komputer murah seperti halnya program One Laptop Per Children (OLPC) yang digagas oleh Nicholas Negroponte.

Namun, kata Darman, belum dapat memastikan apakah harga yang akan dipatok oleh PT INTI bisa semurah harga komputer OLPC (notebook XO). “Itu sangat tergantung dengan volume hardware yang kita buat. Bila kita mendapat pesanan dalam jumlah besar, otomatis harga bisa turun,” katanya.

Belum jelas bagaimana spesifikasi dari komputer murah yang akan dibuat oleh PT INTI. Yang jelas, PT INTI saat ini terlibat dalam proyek pengembangan teknologi open source COSTA dengan Sun Microsystems dan Departemen Perindustrian.

Darman tak menampik kemungkinan komputer murah buatannya bakal menggunakan teknologi prosesor open source milik Sun yakni prosesor OpenSparc. Bahkan menurut Associate Director Business Development Sun Microsystems Indonesia Harry Kaligis, belum lama ini Sun sengaja menggelar workshop pengkajian teknologi OpenSparc di Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Workshop dipandu langsung oleh seorang evangelist dari Sun pusat, dihadiri oleh 80 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa ITB,” ujar Harry. Sun saat ini memang memang tengah mulai membentuk ekosistem Sparc di Indonesia.

Lebih jauh, menurut Strategic Program Manager at Sun Microsystems Indonesia Adhari Mahendra, arsitektur prosesor OpenSparc bisa dipelajari secara gratis dan pengembang dari Indonesia bisa mendesain sendiri sebuah prosesor untuk sebuah netbook, misalnya.

Pasalnya, kata Adhari, prosesor yang dimiliki oleh Sun cukup powerful. Misalnya saja, prosesor UltraSparc T2 telah memiliki 8 inti (core) dan masing masing inti mendukung 8 thread.
“Padahal prosesor Intel yang ada di pasaran saat ini hanya mendukung empat inti (quad core) dan masing-masing inti cuma dua thread,” kata Adhari.
Teknologi prosesor tersebut, kata Adhari bisa saja disederhanakan (down-grade)untuk menyediakan sebuah prosesor yang lebih sederhana, misalnya yang berinti tunggal.
Darman mengakui, PT INTI juga telah menjajaki untuk membuat komputer murah bagi Depdiknas. Namun, Darman tak menjelaskan lebih lanjut mengenai masalah itu, dan mengaku belum tahu apakah Depdiknas memang akan benar-benar memesan laptop ke perusahaannya.

Seorang sumber VIVAnews yang dekat dengan pejabat Depdiknas mengatakan, bahwa departemen itu memang sudah sejak lama memiliki rencana untuk menyediakan laptop murah bagi guru-guru di seluruh Indonesia.

Menurut sumber tersebut, notebook tersebut nantinya akan dilengkapi dengan software open source. Namun ia tidak tahu apakah notebook itu yang akan dipesan oleh Depdiknas kepada PT INTI.

• VIVAnews

About these ads

KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s