**Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap Sicanang, Belawan


PLTGU SICANANG
Pipa Bocor, Sumatera Utara Krisis Listrik
Medan, Kompas – Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap Sicanang, Belawan, mengalami kebocoran pipa bahan bakar di Gas Turbin 21. Kebocoran itu membuat pembangkit utama di sistem listrik Sumatera Utara ini mengalami kehilangan daya hingga 190 megawatt. Akibatnya, Sumut diperkirakan mengalami krisis listrik hingga bulan Juni mendatang.
Deputi Hukum dan Komunikasi PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Utara Marodjahan Batubara mengakui, pemadaman listrik yang terjadi setiap hari merata di seluruh Sumut memang akibat kebocoran pipa bahan bakar Gas Turbin (GT) 21 PLTGU Sicanang sejak Rabu pekan lalu. Menurut Marodjahan, sebenarnya GT 21 baru melakukan pemeliharaan besar (major overhaul) setelah melewati masa operasi 100.000 jam.
Tidak beroperasinya GT 21 membuat sistem listrik Sumut kehilangan daya sebesar 190 MW. PLTGU Sicanang merupakan pembangkit utama di sistem listrik Sumut. PLTGU Sicanang yang memasok hampir 80 persen kebutuhan listrik di Sumut. Daya mampu PLTGU Sicanang 935 MW, sementara kemampuan total pembangkit di Sumut saat beban puncak 1.410 MW.
”Saat ini beban puncak di Sumut mencapai 1.350 MW hingga 1.400 MW. Dengan total daya mampu 1.410 MW, kami tak punya cadangan sehingga, jika sewaktu-waktu terjadi kerusakan atau pemeliharaan pembangkit, pasti akan ada pemadaman. Secara rutin saja (tanpa ada kerusakan) akan ada pemadaman selama 12 pekan dalam setahun karena pembangkit mesti menjalani pemeliharaan. Apalagi kalau ada kerusakan seperti sekarang,” katanya, Minggu (21/2).
Menurut Marodjahan, setelah GT 21 selesai diperbaiki, PLN akan melakukan major overhaul terhadap GT 22 yang kapasitasnya juga setara. ”Major overhaul ini bisa berlangsung hingga dua bulan sehingga sangat mungkin terjadi pemadaman sampai Juni. Kami mohon maaf karena terpaksa melakukan major overhaul. Bila tak dilakukan, kondisinya malah dapat lebih parah lagi,” katanya.
Sekarang ini pemadaman terjadi hampir setiap hari dengan durasi hingga empat jam. Waktu pemadaman tak beraturan, ada yang siang, tetapi dini hari pun ada.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah asal Sumut, Parlindungan Purba, mengatakan, saat ini masyarakat sudah percuma mengeluh. ”Mau bagaimana lagi, PLTGU Sicanang sudah tua mesinnya meski jadi pembangkit utama di Sumut. Mungkin butuh ahli yang lebih canggih lagi agar tidak selalu rusak,” katanya.
Menurut dia, yang dapat dilakukan saat ini hanya mendesak agar PLTA Asahan I (2 x 90 MW) segera beroperasi bulan Maret. ”Selain itu, kami juga mendesak agar PT Inalum yang menambah barter listrik hingga 90 MW,” katanya. PT Inalum merupakan operator PLTA Asahan II yang memiliki kapasitas terpasang hingga 600 MW. Namun, PLTA Asahan II hanya digunakan untuk keperluan peleburan alumunium milik PT Inalum. (BIL)

About these ads

KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s