** Tenaga Matahari Perlu Dikembangkan


Tenaga surya merupakan energi alternatif yang efektif dikembangkan segera untuk mensuplai 22% atau 15 ribu dari 66 ribu desa di Indonesia yang hingga kini belum mendapat aliran listrik.
“Ini berarti sebanyak 48% atau 18 juta rumah di tanah air belum terlistriki atau hanya 52% atau 20,5 juta rumah saja yang dialiri listrik, hal ini merupakan tantangan bagi pengembangan energi alternatif,” kata Direktur Teknologi Konversi dan Konservasi Energi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Drs Agus Salim Dasuki M Eng di Jakarta, Selasa.
Dikatakannya, untuk mencapai rasio elektrifikasi 95% pada 2020 setidaknya 30% rumah penduduk yang selama ini menggunakan penerangan lampu teplok atau sejenisnya bisa didorong untuk menggunakan tenaga surya bagi penerangan di rumahnya.
Tenaga surya, ujarnya, penting dikembangkan karena tenaga surya adalah energi pembangkit listrik yang melimpah di negara tropis seperti Indonesia, disamping semakin langkanya sumber energi tak terbarukan seperti gas, minyak dan batu bara.
Selain itu tenaga surya, lanjutnya, tidak perlu pembangkit yang memerlukan investasi besar karena masyarakat bisa membeli panel surya dengan murah sekitar US$3,5 per Watt.
Agus memperkirakan, kebutuhan daya listrik sel surya per tahun mencapai 5.000 Mega Watt peak (MWp), di mana pada 2005 sel surya yang dibutuhkan 4.566 MWp akan meningkat pada 2025 di mana kebutuhan akan mencapai 96.187 MWp
Sebelumnya, Deputi Kepala BBPT bidang Teknologi Informasi, Energi, Material dan Lingkungan, Dr Martin Djamin MSc APU mengatakan, tenaga surya sudah biasa digunakan di luar negeri untuk mengantisipasi sumber energi minyak, gas dan batu bara yang pasti akan habis di masa yang tidak lama lagi.
Masyarakat Jepang, ujarnya, sudah mengkombinasi jaringan pembangkit tenaga listrik berbahan bakar migas atau batubara dengan sel surya yang dimiliki masing-masing rumah tangga, sehingga masyarakat bisa menghemat biaya pemakaian listriknya kepada perusahaan listrik ketika menggunakan sel suryanya di siang hari.
Pemerintah, ujarnya, seharusnya memberi insentif bagi pengembangan tenaga surya sehingga investasi untuk pembuatan peralatan sel surya bisa berkembang pesat.
“Saat ini BPPT sedang mengkaji tenaga surya sebesar 6 KWh untuk disambung ke jala-jala PLN untuk dipakai di rumah-rumah tangga sehingga masyarakat bisa lebih meghemat biaya listriknya ke PLN,” katanya. (*/erl)

Iklan

KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s