**Tim Ahli Siapkan Energi ALternatif


Tim ahli pengkaji energi alternatif yang diketuai Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Djoko Santoso telah menyiapkan beberapa pilihan teknologi penggunaan energi alternatif, selain migas.

Teknologi penggunaan energi yang sudah siap, antara lain untuk biothermal, pembangkit listrik tenaga air (PLTA), tenaga angin, tenaga gelombang, tenaga matahari, dan biomassa. Berbagai teknologi hasil penelitian dan temuan para pakar ini akan dipresentasikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dua pekan ke depan, sesuai keinginan Presiden.

Menurut Djoko Santoso, pihaknya akan menjelaskan kepada SBY kelebihan dan kekurangan berbagai energi alternatif yang bisa dimanfaatkan tersebut. “Dari sekian banyak hasil penelitian yang akan kami jelaskan kepada presiden, di antaranya ada yang sudah siap diterapkan dan digunakan,ada yang sedang dalam penelitian,dan ada yang baru memasuki penelitian awal,” jelas Djoko di ruang kerjanya di Rektorat ITB, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Selasa (3/6/2008) kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden SBY mengumpulkan para pakar energi di Istana Negara, Jakarta, Senin (2/6), untuk membahas krisis energi minyak. Dalam pertemuan itu, Presiden menantang para pakar untuk bisa menemukan sumber energi baru untuk menggantikan sumber energi yang berasal dari fosil.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman itu, Presiden SBY memberi waktu dua pekan kepada para pakar untuk dapat menghasilkan energi dari potensi yang ada di alam atau energi terbarukan.

Selain djoko, para pakar bidang energi yang menghadiri undangan Presiden SBY tersebut, antara lain Rektor Universitas Indonesia Prof Dr Gumilar Rusliwa Somantri, Rektor UGM Prof Dr Sudjarwadi, Rektor ITS Prof Ir Priyo Suprobo, Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Biofuel Hilmi Panigoro, serta tim Blue Energy Heru Lelono dan Iswahyudi.

Djoko Santoso melanjutkan, meski sudah ada energi alternatif yang dari sisi teknologi siap dipergunakan, pemerintah perlu mempertimbangkan beberapa faktor. Misalnya, kesiapan masyarakat untuk menerima teknologi itu. (srn)

Iklan

KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s