**WAW di cambuk 100 Kali


Polewali Mandar: Jumaruddin, santri Pesantren Hasan Yamani di Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, diganjar hukuman cambuk 100 kali dengan sebilah bambu, baru-baru ini. Pasalnya, ia meninggalkan pondok pesantren tanpa izin dan kerap tak masuk kelas. Akibatnya, sekujur tubuh santri itu penuh luka memar.

Kasus penganiayaan ini terkuak, setelah Jumaruddin kabur dari pondokan dan mengadukannya ke orang tua dan kepala desa setempat. Ia mengaku sempat ditahan gurunya. Keluarga Jamaruddin yang didampingi aparat desa berencana mengadukan kasus ini ke polisi.

Direktur Pesantren Hasan Yamani Fahri Tajuddin Mahdi membenarkan pengaduan santrinya itu sebagai hukum atas sejumlah pelanggaran yang Jumaruddin. “Hukuman cambuk adalah pilihan Jumaruddin karena menolak digunduli sebagai hukuman bagi santri yang melanggar peraturan,” kata Fahri.

Meski berharap kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan, Fahri siap menghadapi laporan santrinya ke polisi. Sementara itu, Jumaruddin mengaku trauma dan tak ingin kembali ke pesantren.(ZAQ)

KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s