**Bupati Garut Dibahas DPRD


“LKPJ” BUPATI GARUT DIBAHAS SERIUS DPRD SETEMPAT

Laporan khusus pertanggung jawaban (LKPJ) bupati dan wakil bupati Garut, tahun angaran 2009, kini dalam pembahasan serius kalangan DPRD setempat menyusul masih rendahnya kondisi indek pembangunan manusia (IPM).

Antara lain disebabkan rendahnya indek kesehatan masyarakat, tegas Ketua Komisi “D” DPRD Garut membidangi kesehatan dr H. Helmi Budiman serta rekannya Ketua Fraksi PKS, Ir Wawan Kurnia, Rabu.

Mereka juga akan segera melaksanakan sinkronisasi dengan setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), terkait banyaknya pengaduan masyarakat terhadap kinerja bupati selama setahun terakhir yang dinilai terjadi “stagnasi”, katanya.

Sementara itu bupati Aceng H.M Fikri dalam nota pengantar LKPJ, antara lain mengungkapkan hingga saat ini masyarakat mempertanyakan komitmennya untuk melakukan reformasi birokrasi pemerintah daerah.

Dia mengakui dengan segenap kerendahan hati, dirinya hanya dapat menerima dengan lapang dada, namun tanpa keraguan sedikitpun akan berusaha keras melaksanakan tugas dan amanh yang diemban secara bertahap sesuai kewenangannya.

Menurut bupati, apapun program reformasi yang dituntut berbagai kalangan, harus mengacu ketentuan dalam peraturan perundangan berlaku, meski diyakini reformasi yang dikumandangkan bersama itu merupakan semangat bersama, melakukan perubahan dengan penuh kedamaian.

Bupati juga memaparkan, capaian perkembangan program selama 2009, mulai dari pencapaian target IPM hingga permasalahan seputar permasalahan kemiskinan, yang dinilainya telah menunujukkan perkembangan signifikan.

Angka pengangguran masih relatif tinggi, pengangguran terbuka 49.861 jiwa dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) 5,41 persen dari angkatan kerja 922.311 jiwa atau 0,54 persen, lebih rendah dari tahun 2008 sebanyak 50.134 orang dengan TPT 5,46 persen dari angkatan kerja 918.596 jiwa.

Mengindikasikan angkatan kerja di Kabupaten Garut cukup tinggi, akibat masih sulit diserap secara optimal oleh sektor-sektor produksi, disebabkan lapangan pekerjaan kurang serta tingkat kompetensi angkatan kerja relatif masih rendah.

Dia mengakui pula, hingga tahun kedua kepemimpinannya bersama Diky Candra belum optimal melaksanakan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, tetapi melalui kerjasama yang lebih baik serta upaya bersama, akan bisa dicapai hasil yang lebih baik.

Disampaikan pula nota pengantar bupati, antara lain rancangan perda tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2005-2025, rancangan perda tentang Mekanisme Program Legislasi Daerah, dan rancangan perda tentang Pembentukan dan Struktur Organisasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Intan.

(ANTARA)
(U.KR-HT/C/Y003/Y003) 31-03-2010 17:38:24

KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s