**Perawatan Daerah Kewanitaan


Jagalah Kebersihan ( Khusus Perempuan )

Sebagai kaum wanita, kita perlu lo merawat organ intim kita eh malah sudah menjadi suatu keharusan. Mengapa sih? Ya tentu dong karena kalau perawatannya salah, maka yang didapat bukan manfaatnya. Nah lo! Hal ini karena organ tubuh merupakan area tubuh yang paling sensitive apalagi juga sebagai salah satu daya tarik seksual (eh… ini hanya untuk yang sudah punya suami aja). Mengingat letaknya di permukaan tubuh dan bersebelahan dengan anus (merupakan alat pembuangan kotoran) maka organ intim amat rentan terhadap penyakit yang merugikan bahkan sampai mematikan (hi.. takut juga ya).
Ada hal-hal yang sering luput dari perhatian kita sehingga meskipun sudah mendapat informasi mengenai langkah-langkah perawatan, ada perlakuan salah yang dilakukan, seperti :

1. Air cebok
Memang benar sih sesudah kita buang air kecil dan buang air besar wajib cebok. Namun jangan lupa perhatikan air yang dipakai untuk cebok, apakah terkontaminasi kotoran dan bibit penyakit atau tidak. Sehingga apabila kita berada di tempat umum, sebaiknya hindari air dalam bak mandi atau ember. Labih baik dengan air yang mengalir langsung dari kran atau semisalnya.

2. Menggunakan sabun
Boleh-boleh saja menggunakan sabun untuk membersihkan alat kelamin namun hindari penggunaan sabun mandi apalagi sabun untuk mencuci baju. Gunakan aja cairan khusus untuk mencuci alat kelamin atau sabun tertentu dengan kadar pH-nya antara 4-5. Jangan keseringan dengan sabun pH tinggi karena bisa mengakibatkan kulit kelamin cepat mengalami keriput. Jadi jangan heran kalau di usia muda tapi kulit sekitar alat kelaminnya sudah seperti nenek-nenek! (siapa yang mau?)

3. Menggosok-gosok
Jangan menggosok-gosok terlalu kuat karena akan memperparah keadaan, karena akan berakibat pembengkakan atau perlukaan. Apalagi mambasuh dengan air panas malah berakibat iritasi dan peradangan.

4. Lecet
Jangan anggap remeh apabila terjadi lecet-lecet pada alat kelamin. Perlu dilakukan penanganan dengan membersihkannya secara teratur dengan air steril tanpa sabun misal air mineral. Bila perlu segera mungkin periksa ke dokter.

5. Keluhan Gatal
Jangan menggaruk-garuk alat kelamin segatal apapun dan membasuhnya dengan air hangat hanya sementara waktu menghilangkan keluhan gatal tersebut. Yang terjadi malah tambah merah sementara rasa gatal semakin menjadi-jadi. Terus gimana dong kalau tidak kuat dengan rasa gatalnya? Sebenarnya yang benar dengan mengompres menggunakan air es. Dengan begitu pembuluh darah di daerah ini akan menciut, hingga warna merah alan berkurang dan rasa gatal pun hilang. Baik juga mengompres dengan rebusan air sirih yang sudah dingin atau menggunakan PK yang harus dicampur air dingin, namun harus diingat dosisnya. Untuk cairan PK yang pekat (konsentrasi 5%) diencerkan dengan air dingin. Satu sendok teh bisa untuk campuran air seember ukuran sedang. Sedang untuk PK yang berbentuk kristal, konsentrasinya kurang lebih sama yaitu 1/10.000. Apabila dosis tidak tepat bisa jadi malah membakar kulit dan membuatnya kering berwarna kecoklatan.

6. Mengenakan celana jins/ketat
Mengenakan celana jins/ketat bagi setiap orang tidak ada yang melarang. Namun perlu diingat bahwa sebaiknya jangan banyak berkeringat pada saat mengenakannya. Kalau sampai berkeringat ya lebih baik ganti agar keringat yang mengandung zat lemak tidak terjebak di daerah alat kelamin yang mengakibatkan jamur yang menempel di kulit, termasuk sekitar alat kelamin. Maka bila beraktivitas sepanjang hari menggunakan celana jins atau celana ketat, sebaiknya sepanjang malam saat santai di rumah cukup kenakan pakaian santai tanpa menggunakan celana dalam agar sirkulasi udara maupun darah dalam pembuluh-pembuluh darah di daerah organ intim kembali lancar, hingga meminimalkan suburnya jamur di situ.

7. Penggantian celana dalam
Sedikitnya perlu mengganti celana dalam 2 kali sehari. Bahkan jika mobilitas cukup tinggi hingga sering berkeringat, bisa ganti sampai 3-4 kali sehari. Gunakan aja celana dalam yang bahan dasarnya katun agar menyerap keringat dan mempunyai lubang-lubang ventilasi.

8. Penggunaan pantyliner
Penggunaan pantyliner sebagai pengaman pasca atau menjelang menstruasi dan setelah hubungan intim, tidak dilarang kok. Namun setiap habis buang air kecil maupun buang air besar jangan lupa ganti pantylinernya lo!. Kalau tidak, cairan yang tertampung di situ akan membuat alat kelamin jadi terlalu lembab sehingga bisa menyuburkan tumbuhnya jamur di situ. Jadi, sebaiknya tidak menggunakan secara terus menerus agar tidak terjadi infeksi jamur atau bakteri.

9. Naik sepeda atau sepeda motor
Aktivitas ini sangat berpotensial untuk menimbulkan lecet di alat kelamin maupun di selangkangan. Jadi jangan lupa memakai celan khusus bersepeda. Paling tidak lembut, nyaman, tidak ketat, terbuat dari katun hingga mampu menyerap keringat

10. Mencukur rambut kemaluan atau bulu pubis
Memang tidak harus setiap wanita mencukur bulu pubisnya kecuali yang memiliki bulu pubis extralebat. Lo kenapa harus dicukur? Sebab bulu pubis yang extralebat bisa menjebak keringat tertahan di daerah sekitar organ intim dan menjadi kegemaran jamur untuk berkembang biak. Tapi tidak perlu sampai cukur habis, cukup yang berbatasan dengan bibir kelamin. Sebab selain sebagi salah satu daya tarik seksual, bulu pubis juga sebagai pelindung alat kelamin.
Wah ternyata memang banyak yang perlu kita perhatikan ya agar kesehatan dan kebersihan tubuh kita terutama daerah organ intim kita tetap terjaga. Yok, jangan lupa ya!!!!
>>>>
yuk jaga vagina kita tuk kebahagiaan keluarga tercinta

KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s