**Sampah Menggunung di Kaum Lebak


Tiap Hari Bergelut dengan Lalat dan Bau Busuk

Mengais Rejeki dari Tumpukan Sampah Untuk mendapatkan rupiah, orang rela melakukan apa saja. Termasuk mencari rejeki di tengah tumpukan sampah dan aroma tak sedap.

PADA siang itu, panas terik matahari menyengat. Ading (47) pencari rongsokan bersama rekan-rekannya tak mempedulikan rasa itu. Guna mengurangi rasa panas, topi yang sudah lusuh, ia tanam di atas kepalanya.

Dengan bersenjatakan seutas benang untuk menali magnit dan karung bekas pupuk urea, dia lalu menyisir tempat-tempat. Ia mencari paku atau logam nu ngagoler. Setiap hari ia bersama kawan-kawannya mencari sisa-sisa rongsokan di tengah sampah yang menggunung di Kaum Lebak Kecamatan Garut Kota.

Bau busuk yang menyengat hidungnya tidak ia pedulikan. Bahkan dia seolah sudah bersahabat. Ia terus menggusur magnitnya yang ia pegang dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya memegang karung bekas urea. Sesekali ia juga memunguti logam-logam yang sudah menempel di magnet. Untuk mencari logam tak hanya lewat magnit, ia juga bisa memunguti besi yang besar.

Hasil pencariannya, ia tak mengalami kesukaran untuk disalurkan. Ia jual ke pengepul rongsokan.

Ia mengaku, setiap harinya bisa mendapatkan 20 kilogram. “Alhamdulillah tiap hari rata-rata bisa mencapai empat puluh ribu rupiah. Cekap lah kanggo sadidinteun,” pungkasnya. (*)

KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s