**Warga Leles Protes


Protes Warga Dinilai Berlebihan

KOTA – Kepala Dinas Perumahan Tata Ruang dan Cipta Karya Kabupaten Garut Deni Suherlan mengatakan, pihaknya memberikan rekomendasi kepada Yayasan Bina Grahita karena telah mendapat rekomendasi dari camat setempat. Sementara adanya penolakan warga dari enam desa terkait rencana pipanisasi mata air Sinapeul di Desa Haruman Kecamatan Leles, pihaknya akan terjun langsung ke lapangan.

“Surat permohonan rekomendasinya sudah ditandatangani camat, makanya kita memberikan rekomendasi tersebut kepada pemohon,” jelasnya saat ditemui di Pendopo Kabupaten Garut Senin (29/3). Sebenarnya, kata dia, Pertacip telah melakukan studi kelayakan terhadap mata air tersebut. Hasilnya, meski yayasan akan mengambil air dari mata air tersebut, warga tidak akan kekurangan karena debit airnya mencukupi untuk kebutuhan warga.

“Jadi, kekhawatiran warga terlalu berlebihan,” ujar Deni. Sementara itu, Sekretaris Yayasan Bina Grahita Drs Komar Maryuna MPd mengungkapkan, sebenarnya pihaknya telah melakukan sosialisasi rencana tersebut ke Desa Lembang yang dihadiri masyarakat dan tokoh-tokoh masyarakat setempat. Bahkan pihaknya juga telah mengantongi surat persetujuan dari Desa Lembang terkait penggunaan air dari mata air Sinapeul.

“Sebenarnya air yang kita ambil bukan dari mata air yang biasa digunakan warga. Mata air yang kita gunakan di sana adalah yang ada di atas tanah milik yayasan yang tanahnya sendiri sudah dibeli sejak tujuh tahun lalu,” katanya.

Komar melihat, penolakan yang dilakukan warga terhadap rencana pipanisasi tersebut bisa saja ditumpangi oleh pihak-pihak lain. Karena, kata dia, ada perusahaan yang menyalurkan air minum untuk keperluan rumah tangga yang mengambil dari mata air Sinapeul. “Mungkin dikiranya, pipanisasi yang dilakukan yayasan akan disalurkan ke rumah warga. Padahal pipanisasi ini bukan untuk komersil,” bebernya.

Komar mengaku, dalam waktu dekat pihaknya akan segera melakukan sosialisasi ulang kepada masyarakat terkait rencana pipanisasi. Ini merupakan upaya pendekatan kepada masyarakat sekitar, sekaligus meyakinkan kepada mereka bahwa pipanisasi tidak akan mengganggu.

Sebagaimana diberitakan, warga dari enam desa di Kecamatan Leles dan Kadungora menolak rencana pipanisasi air bersih mata air Sinapeul Kampung Caringin Bongkor Desa Lembang Kecamatan Leles. Pipanisasi yang rencananya bakal dilakukan oleh Yayasan Bina Grahita itu dikhawatirkan warga berdampak terhadap jumlah pasokan air ke wilayahnya.

Ketujuh desa itu, dua desa dari Kecamatan Leles yakni Desa Lembang dan Cipancar. Sisanya, dari Kecamatan Kadungora, yaitu Rancasalak, Hegarsari, Mandalasari dan Talagasari.(ari)

Iklan

KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s