**Sudah Saatnya Pemerintah Bangun Listrik Tenaga Surya


Sudah saatnya pemerintah menyediakan anggaran yang cukup untuk pengembangan dan pemanfaatan sel surya, karena Indonesia merupakan negeri katulistiwa yang energi mataharinya melimpah.

“Energi yang tersimpan dalam cahaya matahari, tak memerlukan proses panjang untuk dapat dimanfaatkan dibanding dengan sumber energi yang tersedia saat ini minyak bumi,” kata Dr Masno Ginting yang dikukuhkan sebagai Ahli Peneliti Utama oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia di Jakarta, Senin.

Selain itu, ujarnya, energi matahari tidak akan pernah punah selama matahari bersinar, hal ini berbeda dengan energi BBM yang hanya dalam beberapa puluh tahun lagi akan habis.

Energi matahari, lanjutnya, juga luar biasa besarnya sekitar 1.300 Watt per m2 tetapi yang sampai ke permukaan bumi pada siang hari dengan cuaca cerah rata-rata 1.000 Watt per m2.

Dengan sel surya juga tidak perlu dikhawatirkan perubahan harga bahan bakar minyak yang tergantung keadaan dunia internasional dan memikirkan subsidi BBM serta perubahan anggaran yang disebabkannya.

“Alokasi anggaran diperlukan untuk melengkapi peralatan yang dibutuhkan untuk memproduksi mulai dari bahan dasar yaitu mengubah kwarsa menjadi bahanpolycrystal, single crystal hingga menjadi wafer yang siap untuk memproduksi sel surya,” katanya.

Indonesia, ujarnya kaya akan bahan baku dan tak perlu mengimpornya seperti di negara-negara lain yang tak memiliki bahan bakunya. Ia mengakui, biaya konversi energi matahari menjadi listrik dengan jumlah kalori yang dihasilkan sumber energi lain seperti air, angin atau BBM masih belum berimbang.

Sampai pada 2000 dilaporkan untuk pengadaan modul sel surya dengan daya sampai ratusan kilo watt harga sistem per watt energi yang dihasilkan adalah sekitar 4,5 dolar AS, bahkan meski pada 2005 harga modul sistem pembangkit energi dengan sel surya dapat diturunkan menjadi 1 dolar AS per Watt.

Meskipun mahal dibanding sumber energi lainnya, menurut dia, sel surya memiliki kelebihan yakni umur hidup yang sangat lama, mencapai sekitar 10 tahun.

Sumber : Republika

ant/abi

KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s