**Antara Genset Dan Tenaga Surya Di Samarinda


Listrik Tenaga Surya Atasi Krisis Samarinda

Samarinda Teratasi dengan Listrik Tenaga Surya

Keterbatasan kebutuhan listrik di Muara Pantuan membuat sejumlah warga menggunakan mesin genset untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Mereka bisa menghabiskan 5-10 liter solar per hari sebagai bahan bakar genset ini. Namun, mereka tidak dapat menyalakan genset setiap hari.

Warga menggunakan sesuai kebutuhan. Ini bukan lantaran soal harga solar yang mencapai Rp 4.000 per liter di sana, tapi lebih pada menjaga keawetan mesin genset tersebut. Karena tak sedikit warga yang mesin gensetnya rusak akibat dioperasikan terus-menerus selama 12 jam.

Corporate Social Responsibility (CSR) PT Total E & P Indonesie membantu warga sekitar dengan menawarkan produk panel surya, yakni pembangkit listrik bertenaga matahari.

Untuk sementara ini, tim CSR menggandeng dua supplier lokal, yaitu Solar Cell dan Tropisindo untuk penyediaan produk ini. “Kami juga tidak membatasi apabila masuk supplier lain menawarkan barang yang sama. Kami sekedar memfasilitasi sedangkan warga yang memilih supplier mana yang terbaik,” kata Hetty B Damanik, Project Leader dari CSR Bidang Ekonomi PT Total Indonesie.

Ia mengatakan Desa Muara Pantuan ini akan menjadi pilot project penyediaan produk pembangkit listrik tenaga surya. Terlebih, desa berpenduduk 1.341 KK atau 4.379 jiwa ini berada di kawasan ring satu PT Total Indonesie .

Sebagai proyek awal, ia mengajak pihak supplier dari Solar Cell untuk menyosialisasikan produk panel surya kepada warga yang mayoritas suku Bugis itu. “Pada project awal ini, kami juga langsung memasang produk panel surya ke tiga titik, yakni lokasi Pusban (Puskesmas Pembantu) Muara Pantuan, Masjid Timbang Pasir dan rumah seorang warga,” tutur Hetty.

Ia menegaskan penyediaan produk panel surya ini tidak serta merta dihibahkan kepada masyarakat tapi lewat mekanisme pembayaran yang meringankan konsumen. “Nantinya, kami juga memfasilitasi pendirian koperasi di sini yang dikelola langsung oleh warga sekitar. Pengurus koperasinya juga berasal dari warga setempat. Kami hanya membantu warga memberi pelatihan bagaimana cara mengelola keuangannya,” ucapnya.

Kenapa harus memilih panel surya? Menurut Hetty, produk bahan bakar gas atau solar akan semakin langka dan habis suatu saat nanti. “Sedangkan tenaga surya ini tidak akan pernah habis, kecuali kiamat,” lanjut Hetty.

Keunggulan lainnya, produk panel surya ini tidak berisik seperti suara genset. Produk ini juga ramah lingkungan dan hemat biaya. Solar Cell sendiri menawarkan panel surya berkapasitas 100 watt-peak (wp) ini seharga Rp 12,5 juta.

Produk ini bisa menampung daya sebesar 500 watt per hari. Juriyani, petugas kesehatan Pusban Muara Pantuan, mengaku senang lantaran kini tempat kerjanya dipasang panel surya. Saat ini, dia bekerja seorang sendiri di pusban itu karena seorang rekan kerjanya sedang melanjutkan pendidikan.

Tiap hari, dia harus merekap laporan lewat komputer bantuan dari PT Total Indonesie. Laporan ini diserahkannya ke Puskesmas Induk Sei Meriam tiap akhir bulan.

“Selama ini, saya mengerjakan laporan harian tiap malam karena aliran listrik baru terkoneksi pukul 18.00-06.00,” ucapnya mengaku tidak pernah bisa beristirahat. Sejak terpasang panel surya di Pusban ini, setidaknya ia akan terbantu mengerjakan aktivitas pembuatan laporan harian.

(rahmat taufik)

KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s