**PLTS Untuk Mengangkat Air


Mengangkat Air Melalaui PLTS

Ilustrasi: Nantinya, air dari PLTS diperkirakan mengalir dengan debit air 0,3 liter per detik selama enam jam dalam sehari. Menurut Koordinator KKN UGM di Desa Giriharjo Gama Hafizh Aditya, pengangkatan air ini terlaksana dengan melibatkan 26 mahasiswa Jurusan Teknik Fisika, UGM.

KKN UGM Bantu Angkat Air Lewat PLTS

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Gadjah Mada (KKN-UGM) membantu masyarakat Desa Giriharjo, Kecamatan Panggang, Gunung Kidul, untuk mengangkat air lewat Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS.

Program pengangkatan air di tiga dusun yaitu Dusun Banyumeneng I, Banyumeneng II, dan Banyumeneng III itu sepenuhnya melibatkan masyarakat agar tumbuh rasa memiliki. Pelibatan masyarakat itu terutama terlihat dari maraknya sistem gotong-royong yang digelar selama satu bulan penuh.

Tanpa dibayar, warga secara bergantian menyisihkan waktu supaya bisa terlibat dalam pemasangan pipa maupun jaringan PLTS. Mahasiswa KKN UGM juga mengajak warga berdiskusi tentang tata cara pengelolaan air maupun transfer teknologi PLTS.

Sosialisasi tentang PLTS pun telah digelar pada satu bulan sebelum pemasangan jaringan PLTS. Sebanyak 12 panel surya akan dipasang bagi pemenuhan kebutuhan air 56 kepala keluarga di tiga RT yang selama ini belum teraliri jaringan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Nantinya, air dari PLTS diperkirakan mengalir dengan debit air 0,3 liter per detik selama enam jam dalam sehari. Menurut Koordinator KKN UGM di Desa Giriharjo Gama Hafizh Aditya, pengangkatan air ini terlaksana dengan melibatkan 26 mahasiswa Jurusan Teknik Fisika, UGM.

“Kami tak hanya sekadar membantu, tetapi juga ingin memberdayakan masyarakat. Pengenalan teknologi ini juga dibarengi dengan penumbuhan rasa kepemilikan,” ungkap Gama, Senin (10/8).

Sementara itu, dosen Teknik Fisika UGM Ahmad Agus Setiawan mengungkapkan, bahwa pendanaan utama pengangkatan air tersebut berasal dari badan pendidikan dunia UNESCO. Pada 2007 lalu, Komunitas Mahasiswa Sentra Energi Teknik Fisika berhasil memenangkan ‘Mondialogo Engineering Award’ dengan hadiah sejumlah uang yang harus digunakan untuk pembangunan masyarakat.

Saat ini, organisasi masyarakat pengelola aliran air dari PLTS telah terbentuk. Organisasi Pengelola Air Kali Gede atau OPAKs tersebut sedang menggodok tentang besaran tarif air. Tarif itu, menurut Ketua OPAKs Suryanto, tidak akan lebih mahal dari aliran air PDAM. Apalagi, kedua jaringan air sama-sama memanfaatkan cadangan air dari Kali Gede.

Kepala Dusun Banyumeneng I Sukiran memperkirakan, harga air nantinya akan berkisar antara Rp 200 sampai Rp 300 per jeriken. Ke depannya, UGM masih akan mendampingi masyarakat terutama dengan pengiriman kembali mahasiswa KKN untuk pemantauan keberlanjutan dari PLTS. Warga pun mengaku sudah bisa mandiri setelah memperoleh pembekalan tentang perawatan dan pengelolaan PLTS.

Laporan wartawan KOMPAS Mawar Kusuma Wulan

Sumber : KOMPAS ~ Mengangkat Air Melalaui PLTS
Kumpulan Artikel – 102 – Energi Matahari / Surya / Solar
E-mail Cetak PDF
Ilustrasi: Nantinya, air dari PLTS diperkirakan mengalir dengan debit air 0,3 liter per detik selama enam jam dalam sehari. Menurut Koordinator KKN UGM di Desa Giriharjo Gama Hafizh Aditya, pengangkatan air ini terlaksana dengan melibatkan 26 mahasiswa Jurusan Teknik Fisika, UGM.
KKN UGM Bantu Angkat Air Lewat PLTS

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Gadjah Mada (KKN-UGM) membantu masyarakat Desa Giriharjo, Kecamatan Panggang, Gunung Kidul, untuk mengangkat air lewat Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS.

Program pengangkatan air di tiga dusun yaitu Dusun Banyumeneng I, Banyumeneng II, dan Banyumeneng III itu sepenuhnya melibatkan masyarakat agar tumbuh rasa memiliki. Pelibatan masyarakat itu terutama terlihat dari maraknya sistem gotong-royong yang digelar selama satu bulan penuh.

Tanpa dibayar, warga secara bergantian menyisihkan waktu supaya bisa terlibat dalam pemasangan pipa maupun jaringan PLTS. Mahasiswa KKN UGM juga mengajak warga berdiskusi tentang tata cara pengelolaan air maupun transfer teknologi PLTS.

Sosialisasi tentang PLTS pun telah digelar pada satu bulan sebelum pemasangan jaringan PLTS. Sebanyak 12 panel surya akan dipasang bagi pemenuhan kebutuhan air 56 kepala keluarga di tiga RT yang selama ini belum teraliri jaringan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Nantinya, air dari PLTS diperkirakan mengalir dengan debit air 0,3 liter per detik selama enam jam dalam sehari. Menurut Koordinator KKN UGM di Desa Giriharjo Gama Hafizh Aditya, pengangkatan air ini terlaksana dengan melibatkan 26 mahasiswa Jurusan Teknik Fisika, UGM.

“Kami tak hanya sekadar membantu, tetapi juga ingin memberdayakan masyarakat. Pengenalan teknologi ini juga dibarengi dengan penumbuhan rasa kepemilikan,” ungkap Gama, Senin (10/8).

Sementara itu, dosen Teknik Fisika UGM Ahmad Agus Setiawan mengungkapkan, bahwa pendanaan utama pengangkatan air tersebut berasal dari badan pendidikan dunia UNESCO. Pada 2007 lalu, Komunitas Mahasiswa Sentra Energi Teknik Fisika berhasil memenangkan ‘Mondialogo Engineering Award’ dengan hadiah sejumlah uang yang harus digunakan untuk pembangunan masyarakat.

Saat ini, organisasi masyarakat pengelola aliran air dari PLTS telah terbentuk. Organisasi Pengelola Air Kali Gede atau OPAKs tersebut sedang menggodok tentang besaran tarif air. Tarif itu, menurut Ketua OPAKs Suryanto, tidak akan lebih mahal dari aliran air PDAM. Apalagi, kedua jaringan air sama-sama memanfaatkan cadangan air dari Kali Gede.

Kepala Dusun Banyumeneng I Sukiran memperkirakan, harga air nantinya akan berkisar antara Rp 200 sampai Rp 300 per jeriken. Ke depannya, UGM masih akan mendampingi masyarakat terutama dengan pengiriman kembali mahasiswa KKN untuk pemantauan keberlanjutan dari PLTS. Warga pun mengaku sudah bisa mandiri setelah memperoleh pembekalan tentang perawatan dan pengelolaan PLTS.

Laporan wartawan KOMPAS Mawar Kusuma Wulan

Sumber : KOMPAS

KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s