**PT LEN Akan Bangun Pabrik Panel Surya


Pabrik Panel Surya Beroperasi 2011

Badan usaha milik negara, PT Len Industri (Persero), berencana membangun pabrik panel surya yang beroperasi pada 2011. Secara bertahap, pabrik akan memproduksi panel-panel surya dengan kekuatan total hingga 50 megawatt (MW) per tahun.

Direktur Utama PT Len Industri Wahyuddin Bagenda di Bandung, Rabu (7/10), mengatakan, pabrik akan dibangun di Bandung. “Masih di lingkungan kantor PT Len Industri saat ini. Kalau sudah beroperasi, kapasitas produksi mungkin sekitar 25 MW dulu, tidak langsung 50 MW,” katanya.

Pada 2014 produksi 50 MW baru tercapai. Lalu, produksi diupayakan menjadi 100 MW hingga menjadi 250 MW pada 2025. Pada saat itu kekuatan total panel surya yang diproduksi diperkirakan mencapai 1,58 gigawatt.

Hingga 2014 PT Len Industri diminta membangun panel-panel surya dengan kekuatan 145 MW. Adapun kekuatan yang sudah eksis baru sekitar 35 MW.

Wahyuddin mengatakan, panel surya adalah alat untuk menyerap sinar matahari yang kemudian diubah menjadi tenaga listrik. Panel itu berbentuk lempeng bersegi empat.

Adapun sistem pengelolaannya diserahkan kepada pihak lain. Kepastian nilai investasi belum dapat disebutkan karena ditentukan dari teknologi yang digunakan. Namun, nilainya ditaksir sekitar 125 juta dollar AS bila menggunakan teknologi thin film. Tunggu keputusan presiden

Kepastian nilai investasi harus menunggu keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Wahyuddin mengatakan, ada kemungkinan sebagian dana pembangunan pabrik diperoleh dari pengalihan subsidi bahan bakar minyak yang dikonversi ke bentuk energi terbarukan, termasuk panel surya.

Jika rencana induk sudah disusun, barulah teknologinya dapat diketahui. Bentuk rencana induk, seperti keputusan presiden, peraturan presiden, atau ketentuan lain, belum diputuskan. Pembangunan industri pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) itu sesuai dengan arahan Presiden.

Pertemuan dengan Presiden diselenggarakan pada 2 September 2009. Pada pertemuan itu Presiden menyetujui rencana pembangunan pabrik. Menurut Wahyuddin, pihaknya tengah menyiapkan rencana induk pembangunan pabrik yang akan dipresentasikan kepada Presiden.

“Presentasi diperkirakan dilaksanakan dalam sebulan ini. Paling tidak, sebelum kabinat baru terbentuk, rencana induk sudah dipresentasikan,” katanya.

PT Len Industri sedang menunggu jadwal pertemuan dan kesiapan Presiden dari Menteri Sekretaris Negara. Rencana induk terdiri dari dua bagian utama, yaitu penjelasan pembangunan pabrik PLTS dan produksi panel surya.

“Setelah rencana induk diselesaikan, proses selanjutnya ialah membuat action plan per tahun,” tuturnya. Faktor yang perlu diperhatikan tidak hanya pembangunan pabrik, tetapi juga kebijakan dan kelembagaan yang harus sejalan jika sudah direalisasikan.

Sekretaris Perusahaan PT Len Industri Ade Hermaka mengatakan, penerapan teknologi thin film pada panel surya membutuhkan waktu pemasangan peralatan sekitar 18 bulan dalam pembangunan pabrik. Teknologi itu tergolong baru di Indonesia.

“Terdapat teknologi lain yakni crystalline. Namun, kecenderungan industri di dalam ataupun luar negeri untuk masa mendatang menggunakan thin film,” katanya. (bay)
Sumber : cetak.kompas.com
Bandung, Kompas.

KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s