**Ibu Jangan Kau Menangis


Assalamu’alaikum wr wb.
Ikhwah Fillah, Tausyiah kali mengenai IBU, sosok mulia yang tegar..,yang telah rela memberikan bagian dari hidupnya untuk anak-anaknya,dimana dengan peluh dan do’anya yg tiada henti terus menghiasi hidup kita, walau mungkin sering kali kita menodai piala hatinya yg suci itu dengan jenggala-jenggala nista, dan ia tak dapat berbuat apa-apa dihadapan kita yg sombong dan kuat, selain menundukan hatinya..,menjerit..mengadu kepada Illahi Rabbi..walau dalam keluhnya tersebut..tetap berharap agar kita anak-anaknya menjadi manusia yg sholeh dan sholehah.
——————————————————————————————

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada
ibunya. ‘Ibu, mengapa Ibu menangis?’. Ibunya menjawab, ‘Sebab,
Ibu adalah seorang wanita, Nak’. ‘Aku tak mengerti’ kata si
anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat.
‘Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti….’

Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. ‘Ayah, mengapa Ibu
menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?’
Sang ayah menjawab, ‘Semua wanita memang menangis tanpa ada
alasan’. Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.
Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap
bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.

Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan.
‘Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?’
Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,

‘Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.
Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia
dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan
lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan
mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula,
ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu.

Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan,
pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.

Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya,
walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk
mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam
situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai
perasaannya, melukai hatinya.

Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada
bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah
yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut
olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui
masa-masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab,
bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan
jantung agar tak terkoyak?

Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk
memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik
adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali
pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang
diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling
melengkapi, dan saling menyayangi.

Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan
perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar
dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan
yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah
air mata kehidupan’.

Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih hidup, karena di kakinyalah kita menemukan surga.

KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s