**Sang Dalang


PADA awal 1960-an di Banyumas hadir seorang dalang yang dipercaya telah mencapai taraf empu. Namanya Ki Martasuyana dari Desa Bangsa Kecamatan Kebasen. Suatu kali Ki Dalang menampilkan adegan debat antara Gareng dan Bawor.

Diceritakan, Gareng begitu bergembira karena baru mendapat hadiah besar dari Arjuna. Hadiah itu diberikan sang Arjuna karena Gareng begitu terampil menutup aib majikannya. Aib itu terjadi ketika Arjuna buang angin alias kentut di tengah pesamuan agung.

‘Gareng, mengapa kamu kentut di hadapan para priyagung?’ tanya Arjuna sambil mengedip-kedipkan mata ke arah Gareng. Yang dikedipi tanggap sasmita.

‘Ampun gusti, saya memang kentut karena tadi terlalu banyak makan singkong bakar.’

Maka selamatlah wajah seorang priyayi yang bernama Arjuna. Dan, atas kecekatannya menolong sang majikan usai pesamuan agung Gareng mendapat hadiah besar. Namun Bawor mengkritik Gareng habis-habisan atas sikap kolutifnya tadi.

‘Wah, saya malu punya adik yang suka mengail di air keruh,’ kata Bawor.

‘Saya tidak mengail di air keruh. Yang benar, saya menutup aib majikan. Apa itu salah?’

‘Menutup aib orang lain, artinya, tidak menceritakan kesalahan dan keburukannya kepada siapa pun. Ini perilaku terpuji. Namun yang baru kamu lakukan adalah mengail di air keruh. Kamu mendapat keuntungan dari situasi sulit yang dihadapi orang lain akibat kesalahan dia sendiri.’

‘Jadi, apa yang seharusnya saya lakukan?’

‘Kamu harus jujur. Ketika ditanya apakah kamu kentut, katakan terus terang tidak.’

‘Kalau saya berterus terang seperti itu majikanku pasti mendapat malu besar.’

‘Memang iya. Dan itu adalah risiko bagi siapapun yang berbuat salah, sengaja atau tidak.’

‘Kang, kamu tega majikanku dipermalukan di depan para priyagung?’

‘Bukan tega atau tidak. Melainkan, siapa saja harus mengambil pelajaran dari kesalahan yang diperbuatnya.’

‘Belajar dari keslaahan?’

‘Ya. Contohnya begini. Majikan kita itu kentut karena masuk angin. Kenapa dia masuk angin? Karena dia suka keluyuran malam hari mencari perempuan cantik. Nah, seharusnya dia jadi tahu rasa akibat perangainya yang buruk itu. Sayang sekali kamu telah mengambil oper kesalahannya, sehingga dia tidak belajar apa pun dari kasus kentut ini. Dan, karena tidak mendapat pelajaranan apa pun maka Arjuna akan tetap pada perangai buruknya, suka keluyuran malam hari mencari perempuan cantik.’

***

PADA adegan tadi Ki Dalang Martasuyana telah menampilkan karakter Bawor dengan sangat baik. Di tangan Ki Dalang, Bawor hadir membawakan kebaworan asli yakni simbol gugatan terhadap nilai yang mapan dan secara umum dipercaya keutamaannya. Mengambil tanggung jawab kesalahan Arjuna oleh Gareng menurut tata nilai yang umum adalah laku utama. Maka untuk ‘kepahlawanannya’ Gareng mendapat hadiah besar.

Namun dari perpektif kebaworan yang tak lain adalah kejujuran dan keterusterangan berlandaskan suara nurani, tindakan Gareng tidak lebih daripada perilaku hipokrit yang tidak akan menyelesaikan masalah. Lebih jauh perilaku hipokrit itu tidak akan pernah membuat orang belajar dari kesalahannya dan hal ini hampir sama dengan membenarkan sesuatu yang sesungguhnya salah.

Bawor di Banyumas dan Bagong di tempat lain masih hidup dalam dunia pewayangan. Keduanya mengambil peran sebagai simbol kejujuran, kesejatian dan kesetaraan. Maka, pada diri mereka tersimpan watak kritis, menggugat, dan terus selalu bertanya apabila muncul suatu hal yang menyimpang dari garis kesejatian.

Sayang simbol di dunia wayang tetap tinggal di pakeliran. Dalam kehidupan nyata kejujuran, kesejatian dan kesetaraan seperti yang diperankan Bawor atau Bagong hanya muncul dalam khotbah-khotbah atau retorika politik. Daripada meniru kesejatian Bawar atau Bagong, lebih banyak orang tertular watak raksasa atau bala kiwa yang adigang adigung adiguna. Yakni sok gagah dengan kekuatan, kepangkatan, dan kepandaian yang mereka miliki.

KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s