**Beban Puncak listrik Selama Piala Dunia


PIALA DUNIA
Beban Puncak Listrik Mencapai 37,2 Gigawatt
Johannesburg, Rabu – Beban puncak listrik selama Piala Dunia, 11 Juni-11 Juli 2010, diperkirakan mencapai 37,2 gigawatt. Eskom Holding Ltd, perusahaan penyedia listrik di Afrika Selatan, menyatakan mampu memenuhi kebutuhan energi selama pesta sepak bola dunia empat tahunan itu.
Namun, sejumlah pihak meragukan kesiapan itu dan mengkhawatirkan pasokan listrik hanya akan menerangi stadion-stadion tempat berlangsungnya pertandingan. Adapun fasilitas publik, perumahan, dan perhotelan akan mengalami pemadaman bergilir.
Seperti di sejumlah permukiman di Western Cape yang mengalami pemadaman bergilir hampir tiap hari. Demikian juga di Port Elizabeth. Pemadaman listrik dikhawatirkan masih berlangsung dan bisa saja merembet ke perhotelan, rumah makan, dan pusat hiburan malam. Kondisi ini tentu akan mengganggu kenyamanan wisatawan selama Piala Dunia.
Dalam presentasi Eskom di depan parlemen pada Selasa (2/3) di Cape Town, pasokan listrik dipenuhi dari 27 pusat pembangkit dan impor yang mencapai 43,5 gigawatt. Sekitar 80 persen dihasilkan oleh pembangkit berbahan bakar batu bara serta sisanya berbahan bakar nuklir, turbin gas, dan tenaga air.
Eskom menjelaskan, turbin gas bisa dioperasikan jika dibutuhkan tambahan data selama Piala Dunia. Solusi itu bisa dilakukan karena para pelanggan sudah setuju mengurangi pemakaian selama Piala Dunia dan hanya akan melakukan perawatan jika kondisinya kritis.
Brian Dames sebagai Direktur Bisnis Eskom menjelaskan, meskipun kebutuhan listrik selama Piala Dunia terpenuhi, cadangan listrik akan sangat tipis mulai 2013 atau 2014. Jika tidak ada investasi pembangkit baru, krisis listrik akan melanda Afrika Selatan dan pemadaman bergilir tidak bisa dihindari.
Dames menambahkan, penghematan listrik harus dilakukan untuk menghindari pemadaman. Pemadaman bergilir pernah terjadi pada pada akhir 2007 hingga awal 2008. Kondisi ini menyebabkan pasokan listrik ke perusahaan-perusahaan tambang yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional kekurangan energi dan tidak beroperasi selama hampir lima hari. Krisis energi diperkirakan akan berkepanjangan.
”Ketersediaan pasokan listrik pada 2011 sampai 2013 merupakan perhatian utama. Cadangan energi sangat sedikit dan membutuhkan pengelolaan supaya tiga tahun ke depan tidak terlalu parah,” ujar Dames.
Eskom merencanakan investasi 385 miliar rand (sekitar 50,7 miliar dollar AS) selama lima tahun hingga 2013 untuk meningkatkan daya. Tahun 2006 diperoleh izin membangun pembangkit listrik tenaga batu bara untuk beroperasi selama 20 tahun di Medupi. (AP/ANG)

KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s