**Kebutuhan Gas Sebagai Bahan Bakar Pembangkit Listrik


PLN Masih Defisit Gas
Jakarta, Kompas -PT Perusahaan Listrik Negara masih belum memperoleh pemasok gas untuk memenuhi kebutuhan gas sebagai bahan bakar pembangkit listrik di sejumlah tempat pada tahun 2010. PLN masih menggunakan bahan bakar minyak sehingga biaya produksi listrik sulit ditekan.
”Kami belum memperoleh pemasok untuk mengatasi kekurangan gas, baik dari PT Pertamina, Perusahaan Gas Negara (PGN), maupun pemasok lain, pada tahun ini,” kata Direktur Energi Primer PT PLN Nur Pamudji, Minggu (31/1), di Jakarta.
”Memang belum ada gasnya. Setelah menemukan cadangan hingga menghasilkan gas, tidak bisa langsung dialirkan, butuh waktu sekitar dua tahun,” katanya. Jadi, meski telah ada komitmen terkait kepastian pasokan gas dari PT Pertamina dan PGN, kemungkinan gas baru bisa dialirkan untuk pembangkit milik PLN pada September 2011.
Menurut Pamudji, kebutuhan gas untuk PLN secara nasional mencapai 2.398 miliar british thermal unit per hari (BBTUD), sedangkan pasokan gas baru mencapai 1.148 BBTUD. Jadi, masih ada kekurangan pasokan gas 1.250 BBTUD. ”PLN dan Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (BP Migas) saling menginformasikan terkait masalah kekurangan gas dan kemungkinan pasokan gas,” katanya.
Untuk Sumatera Utara, misalnya, kebutuhan gas 175 BBTUD, tetapi baru mendapat pasokan 38 BBTUD. Untuk Jakarta, kebutuhan gas 465 BBTUD, tetapi pasokan yang ada sekitar 150 BBTUD, sedangkan pembangkit di Jawa Timur butuh pasokan gas 550 BBTUD, tetapi baru mendapat 244 BBTUD.
Sementara kebutuhan gas untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap Tambaklorok, Semarang, sebesar 166 BBTUD, 50 BBTUD dari Pertamina dan sisanya dari Petronas.
”Pihak Petronas siap menjual gas, PLN siap membeli, hitungan harga sudah ada. Tetapi, belum ada kepastian karena masih menunggu keputusan Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) tentang skema bisnisnya seperti apa,” ujarnya.
Pemadaman
Terkait penjelasan Presiden RI bahwa tidak ada pemadaman listrik tahun 2010, Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh menyatakan hal itu sudah menjadi komitmen Kementerian ESDM beserta jajarannya. ”Kami berupaya agar kapasitas terbatas PLN sewaktu-waktu bisa dipenuhi dengan cara membeli excess power dan mempercepat pembelian trafo,” ujarnya.
Darwin juga menegaskan, pemerintah tidak akan menaikkan tarif dasar listrik dalam waktu dekat ini karena kemampuan daya beli masyarakat masih rendah. ”Tidak benar tarif dasar listrik akan dinaikkan dalam waktu dekat ini, apalagi bila kita mencermati daya beli sebagian rakyat kita masih terbatas,” ujarnya.
Saat ini pemerintah masih fokus pada peningkatan pelayanan dan mutu keandalan pasokan listrik untuk masyarakat. (EVY)

KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s