**Kenaikan TDL 15 Persen Lebih


Defisit Gas Menambah Beban Biaya Operasional
Jakarta, Kompas – Kenaikan tarif dasar listrik bisa di atas 20 persen tahun 2010. Hal ini akan terjadi jika kenaikan TDL pada Juli ditunda dan kekurangan pasokan gas untuk pembangkit terus terjadi.
Menurut Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi J Purwono di sela-sela rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Kamis (22/4) di Jakarta, pihaknya mengusulkan, kalau kenaikan TDL berlaku Juli nanti, rata-rata besaran kenaikan tarif listrik untuk semua golongan 15 persen.
Khusus untuk golongan pelanggan kecil, yaitu 450 volt ampere (VA) sampai 900 VA, kenaikan tarif hanya 10 persen. Bahkan, jika pemakaian listrik 30 kWh ke bawah, besaran tarif yang dikenakan tidak naik. Hanya pemakaian di atas 30 kWh yang dihitung dengan tarif baru.
Namun, jika kenaikan TDL ditunda, rata-rata besaran kenaikan TDL bisa lebih tinggi dari 15 persen. Dengan kenaikan TDL pada Juli, penghematan subsidi listrik 2010 sebesar Rp 7,3 triliun. Jika kenaikan ditunda, penghematan subsidi listrik tahun ini turun Rp 1,2 triliun per bulan.
”Ini ditutup dari mana? Ada dua alternatif, yaitu melalui tambahan subsidi dalam APBN 2010. Jika subsidi tidak ditambah, kenaikan TDL lebih tinggi dari 15 persen. Makin diundur, kebutuhan dana lebih besar,” kata dia.
Pasokan gas
Selain itu, besaran kenaikan TDL bisa lebih dari 15 persen jika kekurangan pasokan gas untuk pembangkit-pembangkit listrik terus terjadi. Akibat defisit gas, kebutuhan bahan bakar minyak naik sehingga butuh tambahan dana operasional Rp 5,7 triliun, terutama untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap Muara Tawar. ”Tambahan dana ini bisa ditutup dari APBN atau persentase TDL dinaikkan,” ujarnya.
Meski TDL naik, lanjut Purwono, tagihan listrik pelanggan bisa tidak berubah jika mereka menghemat pemakaian listrik termasuk untuk industri kecil. Saat ini 294 industri yang bisa menghemat listrik 15-30 persen.
Secara terpisah, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Benny Soetrisno meminta masalah pasokan energi segera diselesaikan untuk menjamin keberlangsungan investasi. Keinginan pemerintah menaikkan TDL sungguh memberatkan industri, terutama manufaktur. Manufaktur yang sudah terbebani berbagai hal harus berhadapan lagi dengan TDL.
Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka Kementerian Perindustrian Anshari Bukhari mengungkapkan, rencana investasi pabrik benang di Tangerang, Banten, sudah 5 tahun tak kunjung terealisasi terkendala gas dan listrik. Target pertumbuhan industri 5 persen sulit diwujudkan. (EVY/HAM)

KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s