**Petani Kerang Hijau di Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon Tuntut Ganti Rugi Dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kanci


Harga Ikan Anjlok karena Produksi Berlebih
Bagan Rusak, Pembudidaya Kerang Tuntut Ganti Rugi

Indramayu, Kompas – Harga ikan di Kabupaten Indramayu selama November anjlok hingga 50 persen dibandingkan dengan harga normal karena produksi yang berlebih. Sementara itu, para petani kerang hijau di Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon menuntut ganti rugi dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kanci karena sudah setahun bagan mereka tidak bisa berproduksi.
Hampir semua jenis ikan mengalami penurunan harga, tetapi yang paling anjlok adalah harga ikan tongkol. Biasanya harga lelang ikan tongkol abu-abu kualitas terbaik Rp 10.000-Rp 12.000 per kilogram, tetapi kini “terpelanting” hingga Rp 6.000 per kg. Adapun tongkol batik hanya dihargai Rp 1.500-Rp 2.000 per kg, padahal biasanya Rp 5.000 per kg. Bahkan harga ikan tongkol kualitas curah di bawah Rp 1.000 per kg.
Harga ikan lain, seperti kakap merah dan tengiri, juga turun. “Jika dirata-rata, harga ikan turun 40-50 persen. Ada jenis ikan yang harganya stabil karena pasokannya sudah pasti ke pabrik pengolahan ikan, seperti ikan remang dan manyung,” ujar Bunyamin, Wakil Manajer Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karangsong, Indramayu, Selasa (24/11).
Penurunan harga ikan adalah akibat dari pasokan yang terlalu banyak, sedangkan daya beli masyarakat tidak meningkat. Pada September lalu, sehari hanya berkisar 10 perahu yang menurunkan muatan ikan, sedangkan bulan ini berkisar 15 perahu. Rata-rata dalam sehari 54,9 ton ikan dilelang di TPI Karangsong. Padahal, permintaan pasar dari Jakarta dan Bandung, lanjut Bunyamin, juga sedang sepi.
Menurut Kepala Subdinas Kelautan Dinas Perikanan dan Kelautan Indramayu Sutaryat, untuk mengatasi kelebihan pasokan ini, nelayan Indramayu sudah diimbau menjual hasil tangkapannya ke Pasar Ikan Cibitung (Bekasi) agar harga tidak semakin anjlok. “Ke depan, cold storage (gudang pendingin) yang ada harus dioptimalkan. Indramayu sudah punya cold storage berdaya tampung 200 ton, tapi belum efektif,” kata Sutaryat, Rabu. Desakan ke PT CEP
Sementara itu, 140 petani pembudidaya kerang hijau di Desa Waruduwur, Mundu, Kabupaten Cirebon, menuntut PT Cirebon Electric Power (CEP) selaku pengembang PLTU Kanci segera membayar ganti rugi atas kerusakan 403 bagan kerang hijau milik petani. Menurut Wahyudi, Ketua Kelompok Nelayan Kerang Hijau Padawa di desa itu, ganti rugi hak petani berupa uang tunai senilai biaya pembuatan bagan berkisar Rp 6,5 juta per unit serta ganti rugi atas hilangnya potensi produksi selama setahun.
Potensi produksi dari satu bagan berukuran 10 meter x 20 meter itu berkisar 12 ton per panen atau senilai Rp 12 juta. Setahun biasanya setiap bagan bisa dipanen dua kali. “Setidaknya, dari 403 bagan, lebih dari 400 warga nelayan tergantung pada kerang hijau. Mulai dari petaninya sampai ibu-ibu yang membersihkan dan mengupasi kerang itu,” ujar Wahyudi, kemarin.
Mengenai permintaan ganti rugi, kuasa hukum PT CEP, Pandji Amiarsa, menyatakan, hal itu masih menjadi pembahasan internal perusahaan. Sebab, saat ini masalah tuntutan petani kerang hijau kepada PT CEP sedang ditangani Pengadilan Negeri Cirebon dan memasuki tahapan mediasi. Tujuan tahapan ini adalah memperoleh kejelasan data jumlah bagan yang diklaim rusak serta mencari jalan tengah yang bisa disepakati bersama oleh pihak penggugat dan tergugat. (THT)

Iklan

KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s