**PLTGU Muara Tawar Defisit Gas


KELISTRIKAN
Lelang Gas untuk PLTGU Muara Tawar
Jakarta, Kompas – PT Perusahaan Listrik Negara akan mengadakan tender pengadaan gas minimal 200 british thermal unit per day atau BBTUD untuk mengatasi defisit gas pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Tawar.
Tender itu bisa diikuti produsen gas di dalam dan luar negeri. Menurut Direktur Energi Primer PT PLN Nur Pamudji di Jakarta, Senin (5/4), lelang gas ini untuk mengatasi kekurangan yang terjadi sejak awal Maret 2010 dan ketidakpastian pasokan pada masa datang.
Tender itu secara resmi akan diumumkan dalam satu atau dua pekan ke depan. Ia menambahkan, syarat peserta tender adalah produsen gas, baik dalam negeri maupun luar negeri.
Jika akan memasok gas dalam bentuk gas alam cair (LNG), pemenang tender harus menyiapkan infrastruktur yang dibutuhkan untuk mengalirkan gas ke PLTGU Muara Tawar. ”PLN tidak menambah investasi untuk regasifikasi dan sarana pengangkutan,” ujarnya.
Pemenang tender pengadaan gas tersebut diperkirakan bisa diumumkan tahun ini dan kontrak jual-beli gas itu untuk 10 tahun. Penambahan pasokan gas itu diperkirakan terealisasi pertengahan tahun 2012 karena harus menunggu kesiapan infrastruktur, termasuk pembangunan penampung gas.
Anggota Komisi VII DPR, Satya W Yudha, menilai PLN tidak bisa bertindak sendiri dalam pengadaan gas, melainkan harus lewat mekanisme persetujuan Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Migas, terutama tentang alokasi gas ke domestik.
”Pola pengadaan yang mengundang produsen gas dari luar negeri tidak masuk akal karena belum ada infrastruktur penampung gas,” kata Satya.
Defisit gas
Sebagaimana diketahui, pemerintah telah mengurangi alokasi pasokan gas untuk PLN di Pusat Listrik Muara Tawar, dari semula 200 BBTUD ditambah pasokan bersifat sewaktu-waktu 100 BBTUD jadi hanya 100 BBTUD. Selama ini PT PLN mendapat gas untuk PLTGU Mura Tawar dari PT Perusahaan Gas Negara.
”Pengurangan tidak terduga ini membuat PLN beranggapan, alokasi gas domestik untuk Pusat Listrik Muara Tawar pada masa depan jadi tidak pasti,” ujar Nur Pamudji.
Akibat pengurangan pasokan gas, PT PLN memakai bahan bakar minyak untuk pembangkit listrik sehingga kebutuhan BBM tahun ini diperkirakan naik 618 kiloliter.
Padahal, biaya pokok produksi listrik memakai BBM empat kali lebih mahal daripada gas.
Biaya pokok produksi PLN jika memakai bahan bakar gas tahun 2009 rata-rata Rp 318 per kWh. Jika menggunakan BBM, Rp 1.383 per kWh dan jika memakai batu bara Rp 362 per kWh.
”Dengan memakai BBM, biaya operasional bertambah Rp 2,4 triliun tahun 2010,” katanya.
Menurut perhitungan, jumlah gas yang dibutuhkan pembangkit-pembangkit PLN sepanjang 2010 mencapai 2.432 BBTUD, sementara yang tersedia baru 1.417 BBTUD.
Tahun depan, kebutuhan naik menjadi 2.516 BBTUD, tetapi pasokan yang sudah bisa dipastikan baru 1.401 BBTUD. Jadi, defisit gas tahun depan bisa lebih besar dari tahun ini. Ini terjadi akibat peningkatan kebutuhan pasokan gas. (EVY)

KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s