**Bank Sentral Bahrain Akan Membiayai Dua Proyek Energi Di Indonesia


Konstruksi Pembangkit Mini Hidro Butuh Waktu Dua Tahun
Jakarta, Kompas – Bank Elaf, bank investasi Islam yang beroperasi di bawah otoritas Bank Sentral Bahrain, akan membiayai dua proyek energi di Indonesia senilai 84 juta dollar AS. Pendanaan dua proyek ini dilakukan melalui pembiayaan syariah dengan penerbitan off-shore sukuk.
Terkait hal itu, Bank Elaf, PT Precious International Advisory (PIA), PT Java Energi Semesta (JES), dan PT Mitra Abadi Raharja (MAR), Rabu (12/5) di Jakarta, menandatangani nota kesepakatan terkait penunjukan Bank Elaf sebagai pemimpin sindikasi pemberi pinjaman dan PT PIA sebagai penasihat keuangan untuk penggalangan dana 84 juta dollar AS itu.
Acara itu dihadiri Direktur Bank Elaf Ebrahim Khuzam, Kepala Eksekutif Bank Elaf Jamil El Jaroudi, Komisaris JES Basri Kinap, Presiden Direktur JES Fabekyus Kasmansyah, Direktur MAR MN Amin, Direktur PIA Ishartanto, dan Presiden Direktur PIA Arif Nurachman. Acara itu juga dihadiri direksi dan pejabat senior dari empat perusahaan yang terlibat dalam penggalangan dana.
Hasil dari penerbitan sukuk 62 juta dollar AS akan digunakan JES untuk membiayai seluruh investasi pembangunan proyek stasiun kompresi gas dan pengisiannya di kawasan industri di Gresik (Jawa Timur), Karawang (Jawa Barat), dan Cilegon (Banten).
Adapun hasil penerbitan sukuk 22 juta dollar AS dipakai MAR untuk pembiayaan pembangunan 2 x 4 megawatt pembangkit listrik mini hidro di Sumatera.
Direktur PT PIA Rosli Hamat menjelaskan, penerbitan sukuk internasional itu akan diluncurkan di pusat off-shore sukuk di Malaysia dan sejumlah negara lain. Sukuk diterbitkan 3-4 bulan ke depan dan diperkirakan memberi imbal hasil 8-9 persen per tahun dengan tenor 5-7 tahun.
”Sudah ada respons dari investor atas penerbitan sukuk untuk proyek pembangkit mini hidro 10-15 juta dollar AS,” ujar dia.
Dalam hal ini, menurut Arif, Bank Elaf memimpin penerbitan off-shore sukuk. Selanjutnya sukuk diterbitkan lembaga khusus yang diatur pendiriannya oleh Bank Elaf selaku pemimpin sindikasi pemberi pinjaman.
”Dengan melihat prospek pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara, kami bermaksud memperluas jaringan operasi dengan segera membuka cabang di kawasan ini untuk meningkatkan akses terhadap program pembiayaan syariah,” kata Ebrahim.
Direktur Pelayanan Korporat JES Joseph MJ Renwarin menjelaskan, dana yang dihimpun dari hasil penerbitan off-shore sukuk untuk pembangunan proyek stasiun kompresi gas dan pengisiannya dengan masa konstruksi sekitar tiga bulan. Setiap stasiun induk kompresi gas dan pengisiannya berkapasitas 10 juta metrik kaki kubik per hari untuk memenuhi kebutuhan industri.
Sementara Amin menjelaskan sejak 2008 pihaknya mengadakan studi kelayakan mengenai potensi hidro di Kerinci, Sumatera. Dari hasil studi diketahui, agar bisa beroperasi optimal, kapasitas pembangkit listrik mini hidro itu sekitar 8 MW.
Setelah terhimpun dana dari penerbitan off-shore sukuk, tahap selanjutnya adalah pembangunan konstruksi pembangkit listrik mini hidro yang diperkirakan membutuhkan waktu dua tahun. Pemerintah, kata Amin, akan membeli listrik dari pengembang swasta Rp 670 per kWh untuk Jawa. Adapun untuk wilayah Sumatera 1,2 kali lebih mahal atau sekitar Rp 800 per kWh. (EVY)

KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s