**PT PLN Akan Bangun PLTS Di 10 Pulau


10 Pulau Segera Dialiri Listrik Tenaga Surya
Jakarta: PT PLN (Persero) membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di 10 pulau dengan total kapasitas 5 megawatt. Proyek ini dijadwalkan rampung pada akhir tahun ini.

Adapun 10 pulau itu meliputi destinasi pariwisata terkenal di dunia, yakni Pulau Banda, Bunaken, Wakatobi, Derawan, dan Gili Trawangan serta lima pulau lainnya merupakan pulau terluar Indonesia. “Potensi tenaga matahari selama ini belum dimanfaatkan dengan baik,” kata Direktur Utama PLN Dahlan Iskan kepada Tempo kemarin.

Dahlan mengakui, dibandingkan dengan pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), PLTS memang memerlukan biaya lebih mahal. Jika satu PLTU memerlukan dana US$ 1 juta per megawatt, pembangkit tenaga surya membutuhkan US$ 3,5 juta per megawatt. “Tapi PLTS memiliki keunggulan dibanding PLTU, yakni lebih praktis dan ramah lingkungan,” kata Dahlan.

Dahlan menerangkan, kapasitas listrik terpasang dari pembangunan PLTS di tiap pulau tidak dapat ditentukan secara pasti. Pasalnya, pembangkit tenaga surya berupa panel-panel surya, yang disebut solar cell, yakni papan penyerap energi matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik.

“Jadi itu berupa papan-papan solar cell yang dipasang di atap rumah atau bangunan, bukan berupa pembangkit yang ada di satu tempat. Di satu pulau saja letaknya bisa tersebar,” katanya.

Kapasitas listrik satu instalasi panel pembangkit tenaga surya bisa bervariasi, tergantung luas papan solar cell yang digunakan. “Saya tidak hafal pasti ukurannya, namun kapasitas panel surya paling besar antara 100-200 kilowatt,” ujar Dahlan. Namun, yang pasti, Pulau Banda memiliki kapasitas listrik terbesar.

Nantinya, pelanggan yang menikmati listrik dari PLTS akan dikenai tarif Rp 3.000 per kilo-watt hour (kWh), jauh lebih mahal daripada pelanggan listrik dari PLTG atau PLTU sebesar Rp 650 per kWh. “Hal itu tidak masalah, karena selama ini mereka juga membayar listrik dengan harga Rp 3.000 per kWh.” (MAHARDIKA SATRIA HADI)

Sumber : Koran Tempo

KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s