**PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Maluku Dan Maluku Utara Agustinus Lomo


KELISTRIKAN
Krisis Listrik di Ambon Mulai Teratasi
AMBON, KOMPAS – Ketersediaan listrik di Ambon, Maluku, berangsur membaik. Meski demikian, pemadaman bergilir masih terjadi.
Kepala Humas PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Maluku dan Maluku Utara Agustinus Lomo, Senin (26/4), mengatakan, pasca-dioperasikannya mesin sewa pembangkit listrik berkekuatan 10 megawatt (MW), pertengahan April lalu, defisit daya listrik di Ambon berkisar 550 kilowatt pada siang hari sampai 9 MW pada malam hari. ”Kondisi ini membaik jika dibandingkan dengan sebelum pertengahan April, ketika defisit listrik bisa mencapai 19 MW,” papar Agustinus.
Besarnya defisit listrik sebelum ini, lanjutnya, akibat rusaknya mesin-mesin pembangkit yang sudah berusia tua di dua pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di Ambon, yaitu PLTD Hative Kecil dan PLTD Poka.
Dengan mengecilnya defisit listrik, lama pemadaman bergilir yang sebelumnya bisa lebih dari 10 jam per hari kini tinggal sekitar dua jam per hari. Di beberapa wilayah, pemadaman listrik bahkan bisa dua sampai tiga hari sekali.
”Akhir April, setelah salah satu mesin pembangkit di PLTD Hative Kecil tuntas diperbaiki, defisit listrik tinggal 2 MW. Dengan begitu, pemadaman bergilir bisa dilakukan lima hari sekali,” kata Agustinus seraya menambahkan, masalah defisit listrik diupayakan selesai sebelum akhir Juni 2010.
Belum teratasi
Tak seperti di Ambon, di sejumlah kabupaten/kota lain, di luar Ambon, krisis listrik belum juga teratasi.
Di Ternate dan Tidore, di Maluku Utara, misalnya, listrik masih padam sekitar enam jam per hari. Di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, listrik bisa padam sampai tujuh jam sehari, sedangkan di Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, listrik padam sampai 12 jam setiap hari.
Di Luhu, Kabupaten Seram Bagian Barat, listrik yang padamnya bisa sepanjang hari memicu warga berunjuk rasa. Kemarin unjuk rasa diikuti sekitar 50 warga dan dilakukan di Kantor PT PLN Maluku dan Maluku Utara. Unjuk rasa ini merupakan unjuk rasa kedua kalinya. Sebelumnya, Rabu lalu, mereka berunjuk rasa di Kantor PT PLN Cabang Ambon.
”Memang hampir 50 persen wilayah Maluku dan Maluku Utara masih mengalami krisis listrik,” kata Agustinus.
Manajer SDM PT PLN Maluku dan Maluku Utara Harun Tukumoya yang menemui pengunjuk rasa mengatakan, direksi dan manajemen PT PLN berjanji, akhir Juni tidak akan ada lagi pemadaman listrik. ”Ini telah menjadi komitmen PLN dan tanggung jawab kami untuk merealisasikannya,” katanya.
Untuk mewujudkan komitmen itu, menurut Agustinus, PT PLN berupaya menyewa mesin pembangkit listrik dan menempatkannya di sejumlah kabupaten/kota, seperti di Masohi (Maluku Tengah), Namlea (Buru), Tual (Maluku Tenggara), Tobelo (Halmahera Utara), dan Kota Ternate. ”Selain itu, dilakukan juga perbaikan terhadap mesin pembangkit listrik yang rusak,” ujarnya. (APA)

KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s