**Krisis Listrik Jawa Bali Akan Teratasi Setelah 30 Juni 2010


Krisis listrik Jawa-Bali teratasi setelah 30 Juni Jakarta: PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) tetap meyakini kondisi krisis listrik di Tanah Air, terutama Jawa-Bali sudah teratasi setelah 30 Juni 2010, kendati beberapa wilayah di Indonesia bagian barat dan timur masih mengalami pemadaman.

Direktur Operasi PLN wilayah Jawa-Bali I.G.A Ngurah Adnyana mengungkapkan secara prinsip kondisi kelistrikan Jawa-Bali sudah tidak mengalami defisit karena pasokan dayanya sudah mencukupi.

Hanya saja, lanjut dia, daya mampu di beberapa lokasi pem-bangkit masih sama dengan beban puncak sehingga rentan terhadap pemadaman bila terjadi persoalan menyangkut operasional, seperti bahan bakar atau gangguan teknis lainnya.

“Kalau Jawa-Bali secara prinsip tidak ada permasalahan karena memang daya cukup. Yang banyak masalah itu adalah Indonesia barat dan timur,” kata dia, kemarin.

Menurut dia, hingga kini perusahaan listrik pelat merah itu tetap melakukan berbagai upaya pemenuhan listrik, terutama di wilayah yang masih mengalami pemadaman sehingga target penuntasan krisis listrik di Tanah Air hingga akhir Juni tahun ini tercapai.

Dia menjelaskan dengan masuknya tiga unit pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) .yakni Indramayu, Rembang, Lontar yang merupakan bagian megaproyek 10.000 MW tahap I, mampu meningkatkan keandalan pasokan listrik Jawa-Bali.

“Secara umum, kami tetap yakin kekurangan pasokan listrik saat ini bisa teratasi, tetapi tentunya dengan berbagai upaya dan dukungan dari semua pihak. Terutama yang menyangkut pemenuhan bahan .bakar pembangkit seperti gas dan batu bara.”

Di sisi lain, Manager PLN Cabang Palu, Sulawesi Tengah Nyoman Sujana mengungkapkan kekurangan pasokan listrik di wila-yah itu-yang mencapai 32 MW- mulai sedikit terbantu. Keamanan itu dipastikan dengan kedatangan mesin pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) berkapasitas 10 MW, kemarin.

“Proses pemasangan dan pe-nyalaan mesin memakan waktu sekitar 10 hari. Memang masih terdapat defisit listrik di Palu, tetapi kami tetap berusaha mengatasinya walaupun bertahap,” tutur Sujana.

Direktur Utama PLN Dahlan Iskan sebelumnya mengungkapkan pihaknya menjamin kondisi krisis listrik di Tanah Air sudah teratasi setelah 30 Juni 2010, seiring dengan upaya perseroan meningkatkan keandalan pasokan diberbagai lokasi yang masih defisit.

“Seluruh Sumatra itu tidak byar pet lagi mulai Mei. Kalau Indonesia bagian timur memang cukup sulit dan baru selesai pada 30 Juni. Jadi mulai akhir Juni itu sudah tidak ada lagi byar pet,” kata dia.

Menurut Dahlan, sejumlah wilayah yang masih terjadi pemadaman listrik di antaranya Mentawai, Palu, Toli-toli, Luwu, Poso, Sungai Penuh, dan beberapa daerah di Sumatra Barat.

Dia mengatakan PLN menargetkan masalah pemadaman listrik tersebut bisa diatasi dengan penambahan daya melalui perbaikan sejumlah pembangkit dan trafo yang rusak.

Sumber : Bisnis Indonesia

KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s