**Kepala Sekolah Hamili Muridnya


Kepala SMPN Hamili Siswi, Tidak Diadili

BARABAI, KOMPAS.com — Malang benar nasib Kembang, bukan nama sebenarnya. Keinginannya bisa lulus SMP buyar sudah. Pasalnya, siswi 14 tahun ini harus keluar dari SMPN 2 Batang Alai Timur (BAT), Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, karena berbadan dua.

Ironisnya, orang yang menghamili siswi kelas 3 ini bukan seorang penjahat atau pemerkosa, melainkan kepala sekolahnya sendiri.Namanya Zulkifli, kejadiannya ketika dia menjabat kepala SMPN di Desa Hinas Kiri, Kecamatan Batang Alai Timur, tersebut.Lelaki bejat ini merenggut masa depan Kembang. Karena perbuatan itu, Kembang akhirnya tidak bisa menamatkan sekolahnya dan rela dikawini Zulkifli dalam usia sangat muda.

Terungkapnya perbuatan ini berkat laporan warga yang mengirimkan pesan singkat ke layanan publik harian Banjarmasin Post Group. “Atas laporan tersebut lalu kami selidiki dan ternyata pelaku mengakui perbuatannya. Saat ini kami sedang mengusut kasusnya,” kata Kepala Dinas Pendidikan Hulu Sungai Tengah Agung Pranowo, Senin (9/8/2010).

Agung mengaku, untuk sanksi awal atas perbuatannya, Zulkifli telah dimutasi ke Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kecamatan Hantakan.

Menurut dia, sementara masalah tersebut telah diserahkan ke Inspektorat Penegawasan untuk dilakukan penyelidakan lebih dalam. Bila terbukti, Zulkifli terancam dipecat dari pekerjaannya. “Kami masih menunggu penyelidikan inspektorat mengenai sanksi kita tunggu saja. Bisa teguran hingga pemecatan,” tambahnya.

Disebutkan, ancaman sanksi mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang peraturan disiplin pegawai negeri sipil (PNS).

Sekretaris Dinas Pendidikan Rahmadi menambahkan, kasus tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan dan Kembang kini sudah dinikahi secara sah oleh pelaku.”Namun, pernikahan tersebut tanpa persetujuan Dinas Pendidikan karena tidak ada aturan mengenai hal tersebut,” tambahnya.

Karena tidak ada pilihan lain bagi orangtua gadis ini, keluarga korban juga pasrah Kembang dinikahi dan tidak menuntut pelaku secara hukum. Jadi, ia tidak dibawa ke proses hukum untuk diadili meski menghamili perempuan di bawah umur.
Sementara, Kembang sudah lebih dahulu mengundurkan diri atau keluar dari sekolah. “Sekarang Kembang tak lagi tercatat sebagai siswi di sekolah tersebut,” ujarnya.

Iklan

KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s